Saturday, April 23, 2016

10 Hal Unik di Dunia Politik Indonesia

Dian Lestari Ningsihdickson
Orang mengira dunia politik adalah dunia yang serius dan tidak memiliki hal yang menarik untuk dibahas. Tapi jangan salah, di dunia politik juga ternyata ada beberapa hal unik yang bisa kita temukan. Dalam artikel kali ini yang akan dibahas adalah lebih berfokus pada dunia politik di tanah air kita tercinta, Indonesia. Penasaran hal unik apa saja yang ada di dunia politik Indonesia? Mari kita simak artikel berikut.

10. Kemana Perginya Janjimu Yang Dulu

janji politik
Semua orang yang ingin menjadi wakil rakyat tentunya harus punya sesuatu yang bisa diandalkan agar bisa menarik hati rakyatnya. Dengan cara apa mereka menarik perhatian rakyat? Biasanya mereka akan menunjukkan visi misi serta janji yang akan mereka lakukan jika terpilih nanti. Visi misi serta janji-janji tersebut tentunya dibuat sedemikian rupa agar bisa pro rakyat.
Tapi apakah seluruh janji serta visi misi tersebut benar-benar untuk rakyat? Apakah yang mereka janjikan semua pada saat kampanye benar-benar dilakukan? Sayangnya tidak. Entah virus apa yang menyerang para wakil rakyat ini. Mereka mendadak lupa dengan segala janji-janji yang telah mereka umbar ketika kampanye.

9. Kalian Siapa?

pemilu
Dalam memilih calon wakil rakyat, rakyat harus melakukan yang namanya pemilu. Pada waktu itulah kita akan dihadapkan dengan kertas yang bertuliskan atau bergambarkan foto calon pilihan yang akan kita pilih.
Untuk memilih bakal calon wakil rakyat, tentunya kita akan memilih orang yang memang kita ketahui asal usulnya. Tapi yang terjadi adalah kita tidak mengenal satupun orang yang ada di kertas pemilu itu. Semua orang tersebut terasa asing di mata dan telinga. Siapa sebenarnya mereka? Kenapa foto mereka bisa muncul di kertas pemilu? Tentunya hal tersebut akan membuat kita semakin pusing dalam memilih bakal calon wakil rakyat.

8. Kebijakan Pemerintah Pro Rakyat. Katanya Sih Begitu

Setelah melupakan janji-janji yang diucapkan pada saat kampanye, para wakil rakyat suatu saat akan dihadapkan dengan rapat dimana mereka akan membuat suatu kebijakan baru. Kebijakan baru yang dibuat harusnya kebijakan yang tidak menyengsarakan rakyat.
Tapi tentunya rakyat sudah tahu kira-kira kebijakan seperti apa yang akan dibuat. Kebanyakan kebijakan yang dibuat tidaklah menguntungkan rakyat. Bahkan mungkin hanya menguntungkan bagi sekelompok orang saja. Tapi meskipun tidak semua kebijakan buruk selalu jelek, pastinya ada suatu alasan dibalik dibuatnya kebijakan tersebut. Baik atau tidak, kita hanya bisa menebak-nebak. Hanya para wakil rakyat itulah yang tahu apa tujuan sebenarnya dari kebijakan yang mereka buat.

7. Kami Adalah Wakil Rakyat 

wakil rakyat
Para wakil rakyat yang duduk di pemerintahan dipilih menjadi wakil rakyat agar bisa menyalurkan aspirasi rakyat di pemerintahan. Apalagi kita tahu bahwa wakil rakyat bekerja dan mendapatkan gaji setiap bulannya. Harusnya mereka melaksanakan tugas yang sudah diberikan kepada mereka.

Namun apa yang terjadi? Bukannya bekerja sesuai dengan tugasnya, mereka malah kedapatan bersenang-senang setelah terpilih menjadi wakil rakyat. Dengan gaji yang tergolong besar, mereka hampir bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Gaji besar, hidup tercukupi, mendapat fasilitas mewah, kendaraan mewah, jalan-jalan keluar negeri. Semua hal yang diinginkan oleh rakyat semua sudah diwakilkan oleh mereka.

6. Wakil Rakyat Juga Manusia

politikus juga manusia
Harus kita akui bahwa para wakil rakyat juga masih termasuk manusia. Mereka punya perasaan, bisa senang, sedih, lelah, dan marah. Seperti kata pepatah, tidak ada manusia yang sempurna di dunia. Hal tersebut juga yang harus kita maklumi untuk para wakil rakyat yang telah kita pilih ini.
Setelah sekian lama bekerja tentunya orang akan merasa capek. Disaat itulah orang akan membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan kembali kondisi fisik mereka. Hal yang sama dialami oleh para wakil rakyat. Tapi karena padatnya jadwal dan sibuknya kegiatan mereka, jadi mereka kesulitan untuk bisa tidur di rumah. Jadi satu-satunya tempat yang memungkinkan adalah di gedung DPR. Jadi diharapkan jangan ada yang marah kepada mereka yang nampak tertidur dalam rapat. Mereka tentunya sangat lelah setelah sekian lama bekerja.

5. Studi Banding atau Jalan-Jalan?

studi banding
Mau tidak mau tapi memang harus diakui bahwa Indonesia masih tertinggal di segala bidang kehidupan bila dibandingkan dengan negara lain yang lebih maju. Untuk maju, tentunya kita harus membandingkan dengan negara yang lebih berkembang utnuk bisa mengambil beberapa ilmu yang negara maju terapkan.
Untuk itulah gunanya dilakukan yang namanya studi banding. Studi banding yang dibiayai oleh negara ini memiliki tujuan untuk mempelajari apa saja yang membuat negara Indonesia menjadi tertinggal dan saran apa yang dibutuhkan untuk memajukan negeri tercinta kita ini. Dalam studi banding juga dikirim beberapa wakil yang memang handal atau mengerti dalam permasalahan yang akan dibahas. Berharap pulang nanti mendapatkan ilmu dari negeri seberang, yang nampak adalah para wakil yang dikirim ke luar negeri malah asyik jalan-jalan dan berbelanja. Bukan hanya itu, bahkan para wakil tersebut membawa sejumlah keluarganya dalam studi banding.
Sudah menggunakan dana negara, tapi yang dihasilkan malah tidak ada.

4. Mendadak Muncul Saat Kampanye

kampanye
Satu lagi hal yang unik yang terjadi di dunia politik Indonesia. Coba kalian perhatikan, pada masa kampanye para calon wakil rakyat selalu aktif dalam kegiatan kemasyarakat, berkunjung ke beberapa daerah, melakukan beberapa acara kemanusiaan. Hal tersebut semua bahkan sampai diliput oleh beberapa media.
Bandingkan disaat bukan masa kampanye atau pemilu. Apakah ada berita tentang orang dari partai ini melakukan kunjungan ke tempat ini, partai ini melakukan aksi sosial di tempat itu, bisa terbilang hampir tidak ada berita tentang itu. Sangat berbeda disaat masa kampanye atau pemilu tiba. Kemanakah orang-orang tersebut?

3. Kami Boleh Menghina Pilihanmu, Tapi Kalian Tidak Boleh Menghina Pilihan Kami

menghina
Hal unik ini sangat sering terlihat di dunia perpolitikan Indonesia. Sudah menjadi hal biasa bila kita mendukung salah satu pihak yang kita yakini merupakan yang terbaik. Kita menganggap pilihan yang kita dukung merupakan yang terbaik sampai membuat kita buta dan melakukan beberapa hal seperti menjelekkan pilihan orang lain.
Kita memang bebas memilih siapapun tapi harusnya jangan sampai melakukan upaya negatif dengan menjatuhkan pihak lawan. Sayangnya banyak orang di Indonesia yang lupa akan saling hormat dan menghargai. Kita senang menjelekkan partai lain, tapi ketika partai kita dihina, kita malah marah. Tidak adil rasanya bila kita boleh menghina partai lain, tapi orang lain tidak boleh menghina partai kita.

2. Katanya Pancasila Tapi...

pancasila
Saya yakin kita semua adalah orang pintar yang pernah merasakan pendidikan di bangku sekolah. Di sekolah pastinya diajarkan apa yang namanya Pancasila. Pancasila yang berisikan 5 sila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita semua tahu bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama, dan golongan. Seharusnya keanekaragaman tersebut membuat bangsa ini menjadi semakin maju. Tapi yang terlihat justru sebaliknya. Suku ini membenci suku itu, agama ini membenci agama itu, pemimpin negara harus yang beragama ini, dan masih banyak lainnya. Jadi pertanyaan yang muncul saat ini adalah fungsi Pancasila itu apa?

1. Negeri Bebas Berpendapat Tapi...

bebas berpendapat
Di jaman orde baru dimana kebebasan berpendapat dibatasi, kita menjadi kesulitan untuk mengungkapkan pendapat yang kita miliki. Jika ada yang tetap berani mengungkapkan pendapatnya, akan mendapatkan konsekuensi yang tidak ada seorangpun yang tahu seberapa berat.
Di era sekarang yang katanya sudah bebas, tapi masih tetap saja dirasakan kesulitan untuk mengungkapkan pendapat. Ada banyak kasus dimana ada orang yang mengeluarkan pendapat malah ditangkap. Tapi memang alasan penahanan itu masuk diakal. Kebanyakan orang salah memanfaatkan kebebasan berpendapat yang saat ini. Harusnya orang-orang tetap mematuhi sopan santun dalam hal mengungkapkan pendapat mereka di muka umum. Kebebasan yang diberikan pemerintah harusnya kebebasan yang didasari oleh tanggung jawab, bukannya bebas sesuka hati kalian.

No comments:

Labels